Dapodik Akurat, Perbaikan di Bidang Pendidikan pun Tepat Sasaran

Dapodik yang tidak valid, akan menghambat berbagai upaya perbaikan mutu pendidikan, salah satunya di jenjang pendidikan dasar dan menengah

Kepala LPMP Provinsi Jawa Timur, Dr. Rizqi membeberkan secara global (umum) beberapa fakta yang terjadi di lapangan
 
Saat apel pagi secara daring pada Senin, 14/2/2022, Rizqi mengatakan sekolah baru atau pembangunan kelas baru serta renovasi pada sebuah sekolah, tidak akan berjalan karena datanya tidak akurat.
 
Banyak sekolah rusak, namun tidak ada agenda perbaikan sama sekali di dapodiknya yang mestinya wajib diupdate agar selalu akurat sesuai rentang waktu yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek.
 
Hal itu Rizqi disampaikan karena sering diungkap oleh Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri di berbagai kesempatan

Maka dengan melihat kondisi tadi, LPMP Provinsi Jawa Timur secara berkelanjutan wajib mengawal, memotivasi dan terus mendampingi para operator Dapodik di Dinas Pendidikan Kabupaten Kota maupun Cabang Dinas Pendidikan Provinsi di Kabupaten Kota serta para Operator Dapodik di satuan pendidikan di Provinsi Jawa Timur untuk mengupdate, memverifikasi dan memvalidasi data tersebut sesering mungkin
 
Karena bila data tersebut tidak berkualitas atau tidak akurat, seperti yang disinggung sebelumnya, akan mempengaruhi berbagai tata kelola pembangunan pendidikan, diantaranya tatakelola perencanaan, penganggaran, implementasi dan lain sebagainya
 
Yang paling fatal bila dapodik tidak akurat, anggaran pendidikan yang digelontorkan untuk pembangunan pendidikan tadi tidak tepat sasaran (sia-sia)
 
“Maka data yang menjadi sumber referensi utamanya juga harus berkualitas atau akurat, mutakhir, dan berkelanjutan,” tegas Rizqi kembali
 
Rapor Dapodik Provinsi Jawa Timur tagun lalu berada di 10 besar peringkat Rapor Dapodik Nasional bersama beberapa LPMP di provinsi lain seperti Bali, Kalimantan Timur, Jambi, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Gorontalo
 
“Hal tersebut patut kita syukuri,” ujar Rizqi
 
Jangan sampai masalah-masalah di daerah beberapa tahun lalu yang sempat menjadi masalah nasional dan dianggap merugikan keuangan negara dan masyarakat seperti menjamurnya sekolah abal-abal, status siswa ganda dan kasus regrouping sekolah muncul lagi karena Dapodik yang tidak akurat, tidak mutakhir dan tidak berkelanjutan, khususnya di Jawa Timur
 
Di akhir arahannya, Rizqi menegaskan ulang agar tiap kelompok kerja dapat segera merencakan dan menyusun program-program inovasi atau pengembangan agar berbagai program prioritas dari Kemendikbudristek seperti Program Sekolah Penggerak (PSP), implementasi Kurikulum Merdeka, Perencanaan berbasis Data, pengembangan serta penguatan Dapodik di satuan pendidikan sampai Asesmen Naisomal dapat optimal meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Timur, dan sebagai bentuk nyata LPMP Provinsi Jawa Timur telah benar-benar menginternalisasi semangat WBBM (Wilayah Bersih Bebas Melayani) ke seluruh personel (pegawainya).

Share this

Add Comments